sory yah klo critanya jadi gaje..
kata lanjut aja......
"obiet??" oik tersentak kaget melihat kehadiran obiet
"iya lo..." kata cakka sambil menunjuk ke arah muka obiet
"cakka lw itu ngomong apa sih gw ga ngerti, obiet itu bukan cwo kaya yg lw maksud" bela oik
"ik lw tuh sdar dong obiet itu..." ucapan cakka tergantung karena film sudah selesai dan banyak org berhamburan dan yg lebih tepat y lagi cwe y cakka memanggil y.
"ay... ngapain km d sini?" tanya cwe y cakka lmbut
"ohh ini cw loo.." kata oik matanya tertuju pada wajah cw itu
"iya knp?" tanya cakka kesal
"ternyata ga lebih baik dari..." kata-kata oik terpotong oleh cakka
"lw..." sambung cakka mata y menatap tajam oik
"udah ik cwo kaya gini ga usah di ladenin" kata obiet melerai
"tapi biet,,," kata oik
"udah lebih baik skrg kita plg" ajak obiet
***********************************************
bel pulang skulah telah berbunyi, anak" SMA Merah Putih keluar berhamburan termasuk The Beautiful Girl
"sekarang kita mw kmna ik?" tanya ify
"ke cafe" jawab oik jutek
"oikk,, lw tuh knp sih, dri td pagi bwaan y marah-mrah mulu??" tanya sivia
"gw lagi BT" jawab oik dg jutek y lagi
"ya BT knp dodol??" tanya shila
"udah deh ntar gw critain, skrg kita k parkiran" kata oik
"yyeehh, gw nanya,, knp sih ni anak?" shila ngedumel sendiri
**********************************************
@mobil oik
"ooooo... jadi lw BT karna itu" kata ke 3 TBG, setelah oik selesai bercerita tentang kejadian di bioskop
"udah kan? jalan sekarang nih?" tanya oik
"sippp" jawab 3 TBG serentak
oik menyalakan mesin mobil y dan langsung tancap gas... dann...
"ik gila loh,,," kata sivia
"jgn cari mati deh" sambung ify
"ik gw blum mau mati..." tambah shila
"ik ini tuh jalan raya bukan jalan tol" kata ify sedikit keras
"kita kan ga salah apa-apa sama lw, jgn bwa-bwa masalah lw ma cakka ik" kata sivia
" oik,,, brentii" triak shila. oik sontak kaget mndengar triakan shila dan oik menginjak rem di saat yg sangat tepat karena kurang dari 1 meter lagi mobil oik akan brtabrakan
"eh bisa bawa mobil ga sih lo?" triak cwo itu turun dari mobil y dan mengetuk kaca mobil oik, oik membuka kaca mobil y tapi kali ini dia tidak memperpanjang urusan y dg cwo itu
"bukan urusan lo" kata oik menunjuk muka cakka dg telunjuk y, oik langsung menutup kaca mobil y , mundur lalu melanjutkan perjalanan. cwo yg di tinggal bgitu saja, heran dg sikap oik "knp dia tidak mempermasalahkannya, biasa y kan masalah sekecil apa pun oik selalu memperpanjang, tp ko skrg ngga yah, knp dia?" batin cakka bertanya-tanya. cakka pun langsung melanjutkan perjalanan y
"ik gw minta skrg turunin kita di sini" pinta ify
"ko gitu" tanya oik heran
"skrg lw butuh sndiri,tenangin fikiran lw, jdi skrang lw pulang deh ga usah kmana-mna" jwb ify bijak
shila,sivia pun setuju dg ify
"gpp klian gw turunin di sini?" tanya oik meyakinkan
"kita bisa naik taxi" kata sivia
************************************
cakka semakin heran dg perubahan sikap oik sekarang, setiap bertemu cakka, oik tidak memperdulikannya. kadang cakka sengaja membuat kesalahan agar oik kesal, tapi tetap sja oik tidak menanggapi y.
pada saat oik sedang ad d cafe sendiri pula, cakka pun ad di cafe yg sama, cakka memutuskan untuk menghampiri oik
"hhaaii ik,,," sapa cakka
"lw siapa?" tanya oik tdak mngenali cakka karena cakka mengenakan jaket, kaca mata hitam, dan topi. lalu cakka membuka topi dan kaca mt y
"oh lw" kata oik tak bersemangat lalu dia langsung pergi meninggalkan cakka. cakka mengejar oik sampai di parkiran.
"ik lw tu knp sih, ko sikap lw jd dingin gni sama gw?" tanya cakka kesal
"......" oik tetap terus berjalan. tapi cakka menarik tangan oik
"oik,,, jawab pertanyaan gw" kata cakka
"pertanyaan yg mna?" tanya oik santai
"knp sikap lw berubah?" jawab+tanya cakka
"masa sih berubah?" tanya oik enteng
"ik gw serius" kata cakka
"gw jg serius" balas oik
"please ik, knp sikap lw jadi dingin gini sma gw?" cakka terus bertanya
"lw tuh knp sih? gw mau balik. masalah sikap gw ke lo itu emang penting yah buat lo?" akhir y emosi oik memuncak oik menjawab sambil marah-marah
"........" cakka terdiam, lalu oik pergi meninggalkan cakka
"iya yah, apa penting y sikap oik ke gw,yg dingin, toh gw jg bkn siapa-siapa oik,, arggh" batin cakka
aduhh oik knp tuh???
ko jd kya gt sikap y sama cakka...
maaf klo pendek,,,,
tunggu next part deh..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar