"siapa? siapa pacar kamu?" tanya shilla dg nada tinggi
"oik, dia PACAR aku" kta cakka dg penekanan pd kta pacar, dan lalu menggenggam tangan oik, oik sendiri pun sontak kaget tapi dia hanya diam karena tangan y sambil di colek gitu sama cakka
"apa oik pacar lo?" kali ini alvin
"iya knp?" tny cakka
"nggak,nggak mungkin" kta shilla
"ga mungkin gimana ini kenyataan y" kt cakka
"ik, bohong kan, kamu ga pacaran kan sama dia?" tnya alvin sambil menunjuk cakka
"aku........
~part 2~
"aku beneran pacar y cakka kak" jawab oik
"puas?" kta ckka
"ga mungkin ini ga mungkin" kta shilla
"yauda, yuk ik" kta cakka, lalu mengajak oik untuk meninggalkan kelas itu dan menuju tempat parkir
dan setelah mereka tepat berada di depan mobil cakka secara tidak sadar tangan cakka masih menggenggam tangan oik. dan reflek cakka melepaskannya
"sorry" ucap cakka, oik hanya mengangguk
lalu mereka segera masuk ke mobil
~di dalam mobil (dalam perjalanan pulang)
"aduh kka sebener y ada apa sih? aku jadi bngung sendiri" kata oik, lalu cakka menjelaskan semua y tentang dirinya dan shilla
"ooohh jd km uda kenal lama sama ka shilla?" tnya oik, cakka hanya mengangguk
"terus sampai kapan kita pura-pura kayak gini?" tnya oik
" ya sampai ga pura-pura" kata cakka ngasal
"maksud y?"
"sampai kita beneran,,,hahaha"
"ishhh cakka, bercanda mulu serius dikit napa ga lucu tau" geram oik
"nggak aku ga bercanda, aku serius ik" jelas cakka, dan berhasil membuat oik salting
"apa sih cakka, tapi kan,,,,, mmhh akuu,,"
"eaa,,,ea,,ea.. oik salting" ledek cakka
"nggak aku ga salting, udah ah susah ngomong sama orang kayak kamu" kta oik
"emg susah sih ngomong sama orang ganteng itu"
"weaakkkk :P pedee" kata oik sambil memeletkan lidah y
^^^^^
shilla V.O.P
"sialllll" teriak shilla dr dlam kamar y
"untuk kesekian kali y cakka bikin malu gua"
"dan kali ini gara-gara oik, argh sial lo ik" lalu shilla keluar dr kamar y dan masuk ke kamar shanin adik y
~Shanin Room
"shanin lu sekelas sama oik kan?" tnya shilla
"iya, knp?"
"sejak kapan si oik punya cwo?"
"hah? cwo? setau gua sih dia masih single"
"terus cakka siapa dia dong?"
" ka cakka yg td pgi bareng dia itu ya? yg lu suka jg kannn?"
"iyalah cakka mana lagi"
"gini lo ka, tadi pagi ga sengaja gue dnger obrolan oik sama sivia, si via kan nanya-nanya tuh sm oik, siapa cakka itu,dan blablabla, nah si oik jwb y sih cakka bukan cwo dia,cakka bru pindah dr perth, emg knp sih?"
"td tuh cakka bilang ke gue dia uda punya cw dan cw nya itu oik, awal y gua ga percaya tp pas si alvin nanyain ke oik y si oik bilang iya, jd sebener y mereka itu pacaran apa enggak sih"
"wah, perlu di selidikin tuh kak, jangan-jangan..." kta shanin menggantungkan ucapannya
"jangan-jangan apa?" tnya shilla
"jangan-jangan itu cuma sandiwara doang"
"bisa jadi sih, yauda pokok y lu bantuin gue buat nyelidikin si oik"
"ok sip" kt shanin sambil mengacungkan jempol y
"thanks my sista" lalu senyum shilla mengembang
"ya,ya,ya skrg lu pergi dr kamar gua"
-skip
keesokan hari y
@Global Persada school
~parkiran
"sampe deh" ucap oik, lalu cakka turun dr mobil dan membukakan pintu untuk oik
"thanks" ucap oik, cakka menadahkan(?) tangan y didepan oik, lalu oik tersenyum dan meraih tangan cakka (udah lah pokok y inti y si cakka mau ngegandeng si oik)
"let's go" ucap cakka, dan mereka berjalan beriringan(?) menyusuri koridor", dan kalian tau apa? engga lah *plakk kejadian kemarin terulang kembali, semua mata tertuju pada cakka dan oik malah kali ini lebih mesra.
sebagian cwe" ada yg merasa envy terhadap oik, ada yg masih melting ngeliat cakka yg tetep stay cool dan banyak lagi.
setelah sampai di depan kelas X 2
"aku masuk ya" kt oik
"aku ikut, aku anter sampai kamu duduk" kta cka, oik tersenyum
dan ternyata di kelas X 2 pun semua bola mata tertuju pda caik termasuk shanin yg duduk tepat di belakang bangku oik dan sivia, ketika oik sudah duduk di bangku y
"shaninn? " panggil cakka, shanin tersenyum
"hey ka cakka"
"sekola di sini juga lu?"
"ya seperti yg ka cakka liat" jelas shanin, cakka mengangguk
"kamu kenal dia juga?" tnya oik pd cakka
"iyalah sayang" kta cakka sembari mengacak rambut oik, sivia yg mendengar y pun cengo
"cakka acak-acakan nanti, uda sana ke kelas" kta oik merapikan rambut y
"ngusir nih?"
"bukan gt sayonggg, bntar lagi uda mau bel"
"iya,,iya aku ke kelas deh, bye"
setelah cakka keluar dr kelas oik, sivia tidak sabar untuk melontarkan banyak pertanyaan pd oik, dan shanin sudah memasang kuping untk mendengarkan y
"ik"
"hmmm"
"lu jadian sm dia?kty kmaren cm temen? gmn sih?" oik di buat bingung oleh pertanyaan sivia
"aduh jawab apa gue" batin oik
"hehe, iya gua jadian sama dia, sebenernya td y gue sm dia mau backstreet aja, tapi gara-gara kejadian kmarin jd kebongkar deh"
"kejadian apa ik?"
"ada deh, nanti gue ceritain y"
"ok, PJnya dong ikkk,,hahaha"
"minta y sm cakka aja jgn sm gua,,hahaha" lalu oik agak melirik ke blkng nya
"lu knp shanin? cangak amat, nguping yaa??" tanya oik, shanin gelagapan
"ehh,,mmmhh, engga siapa juga yg nguping obrolan kalian, kurang kerjaan bgt" jwb shanin
oik hanya tersenyum
"oohhh"
*Skip*
kringggggg.... ~bel istirahat
baru saja oik dan sivia akan keluar kelas
"oik" cakka mengagetkan oik dan sivia tepat di depan pintu kelas X2
"cakka, kebiasaan" kt oik
"iya-iya maaf" cakka langsung menggenggam tangan oik
"eciieee" ledek sivia
"apa sih vii" kt oik, cakka hanya tersenyum
"anter aku ke kelas XI 4' kt via
"iya" kt oik
"ke kelas XI 4 dlu ya kka"
"ngapain?" belum sempat oik menjawab
"tuh iel vi" kt oik sambil menunjuk ke arah orang itu
"eh iya" via tersenyum
"iel? gabriel?" tanya cakka
"iya, knp? km kenal?"
"gabriel stevent damanik?" cakka meyakinkan
"iya sayanggg" setelah menghampiri gabriel sivia berpegangan(?) dg iel, oik-cakka
"iel kenalin ini cwok y oik" kt via
"Cakka?"
"yoi bro" lalu mereka bersalaman layak y sahabat
"kamu kenal cakka iel?"
"jelas dong, dia sahabat aku dulu waktu aku di perth vi" jelas iel
"lu sama sivia iel?" tanya cakka sambil tersenyum geli
"iya, knp?"
"bkn y,,," belum selesai cakka berbicara kaki y di injak oleh iel
"udahlah yuk kita ke kantin" kt iel
@kantin
cakka duduk bersebelahan dg oik, sivia-iel
"mba, nasi goreng ga pedes, sama jus jeruk y 1" kt oik dan cakka berbarengan pd ibu" kantin
mereka jd salting sendiri
"jd 2 mba" kt caik yg lagilagi bersamaan
"mie goreng pedes sm teh botol y 2" pesan sivia
lalu mereka ngobrol dg pasangan y masing"
"kka td pas aku ngejelasin soal jadian kita ke via, aku liat shanin kyak nguping gtu, ngapain ya dia?"
"mungkin dia di suruh si nenek nyari tau" jwb cakka ngasal
"hushh" kta oik
"hehe, ya siapa lg kalau bkn shilla yg nyuruh"
setelah pesanan datang caik,siviel memulai makan y
ketika sedang makan cakka melihat shanin dan shilla berdiri di sudut kantin yg tdk jauh dr tmpat oik dan cakka dan sedang memperhatikan dirinya dan oik, lalu lengan cakka menyenggol pelan lengan oik
"knp?" tnya oik, bola mata cakka mengarahkan pandangan y ke shilla dan shanin, oik mengangguk.
"yang cobain deh yg aku deh enak lohh" kt cakka sambil menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut oik, oik pun membuka mulut y
"aaaa..."
"cobain jg deh yg aku, ga terlalu pedes lhoo" skrg oik gantian, padaha rasa y sma saja ckck
lalu caik melirik shilla dan shanin, tergambar sekali di wajah shilla bahwa shilla itu geram,kesal terhadap oik lalu pergi,cakka dan oik pun menahan tawanya masing"
~Skip~
@X2
"abis ini bu winda ya vi?" tanya oik
"iyo ik, gua ga bawa buku seni y lagi"
"yauda berdua aja sama gua" lalu oik mengeluarkan buku y
"huhuhu, thanks ya ik" kt via, oik mengangguk
"siang anakanak"
"siang buu"
"skrg kalian buat kelompok, per krlompok y 4 orang, ke belakang saja"
"baik bu"
"kalian kerjakan dari hal 129-151 kerjakan di rumah saja, terserah mau dirumah siapa, pokok y lusa harus segera dikumpulkan"
"banyak banget"
"shuuttt,, sudah tdk usah d komentari"
"berarti kita sama lu ya nin" kt via ke shanin
"hmm" jwb shanin malas
"ify y ga masuk knp?" tanya oik
"mana gua tau, sakit kali" jwb shanin
"yauda nanti lu kasi tau ya" kt via
"iya"
"krja klompok d rmh gue aja ya" kt oik
"sip, jam brp?" tnya sivia
"seterah"
"jam 3 atau jam 4 an aja"
"yauda, gue tunggu nanti di rumah"
_Skip_
@oik's room
"huhhh capee!!"keluh oik, lalu merebahkan tubuh y ditempat tidur
"ganti baju dulu ah"
"ahhh adem uda ganti baju" lalu oik mengambil BB y di tas lalu kembali merebahkan tubuh y
"1 message?"
From : mama
"ik mama ke pengadilan dlu ya" oik langsung mengubah posisi y menjadi duduk
Reply
to : mama
"terserah deh, oik uda cape bilangin mama, kayak ga ad jalan keluar aja"
lalu oik meneteskan air matanya
"mama tuh knp sih, main sidang aja, lagian blm tentu jg papa selingkuh sm cw lain"
"oik kan ga mau mama sama papa pisah" tangis oik makin menjadi
tok,,tok,,tokk,,, lalu oik menghapus air matanya
"masuk" kt oik
"cakka"
"hehe, boleh masuk ga?"
"sini aja" lalu cakka duduk di sebelah oik
"kamu knp ik, abis nangis ya?"
"ah, engga"
"jgn boong, itu matanya merah, ada apa cerita aja sama aku" kt cakka, mata oik mulai berkaca-kaca lalu oik reflek memeluk cakka yg berada di sebelah y
"yauda kalau km ga mau cerita jg gpp" kt cakka, dia hanya diam membiarkan oik menangis sepuas y, mungkin dg menangis itu bisa mengurangi beban oik
"maaf ya kka" lalu oik melepaskan pelukan y
"gpp, ini gitar siapa?" tanya cakka ketika melihat ada gitar accoustic di samping bed oik
"itu punya aku, tapi aku ga bisa mainin y" jwb oik lalu tersenyum, cakka mengambil gitar itu dan mulai memainkannya
"kamu bisa?" tanya oik, cakka mengangguk.
dan mulai bernyanyi dg diiringi gitar matanya menatap oik
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you
Find out what we're made of
What we are called to help our friends in need
You can count on me like one, two, three
I'll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there 'cause that's what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh
If you toss and you turn and you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Everyday I will remind you
Find out what we're made of
What we are called to help our friends in need
You can count on me like one, two, three
I'll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there 'cause that's what friends Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh, yeah, yeah
You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye
lalu oik memiringkan kepala y dan bersandar di bahu cakka, cakka tersenyum
You can count on me like one, two, three
I'll be there and I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there 'cause that's what friends
Are supposed to do, oh yeah, ooh, ooh
You can count on me 'cause I can count on you
prok,,prok,,prokkk,,, oik memberikan applause y untuk cakka
"ternyata kamu jago main gitar dan nyanyi ya kka" puji oik
"hehe Cakka.." bangga cakka
"kka jam 3atau jam 4 nanti sivia,ify sama shanin mau kesini" jelas oik
"ngapain?"
"td di suruh bu winda kerja kelompok" cakka mengangguk
"aku takut shanin ngajak shilla" kt oik
"biarin aja deh, mungkin itu lebih bagus, lebih meyakinkan kalau kita itu pacaran" jelas cakka
"yauda"
"aku nanya, knp td km nangis?"
"mama sama papa mau cerai"
"mmhh maaf ya ik"
"gpp ko kka" oik tersenyum, cakka terus menatap oik
"kkkaaa.." panggil oik
"cakka.." oik melambai" kan tangan y di depan wajah cakka
"eeehh,, apa, mmh knp ik?"
"wooo ga salah tuh pertanyaan yg ada aku yg nanya, kamu knp kka?"
"kamu manis ya ik" kt cakka
"dr dulu aku tuh emang manis kalii"
"serius ik" cakka menatap oik makin dalam, wajah oik memerah
"hhahapasih cakka" oik melting dibuat y, wajah cakka makin mendekat dg wajah oik tak lebih dr 5cm
"ya tuhan merah pasti ini muka gue, aduhh lagian mau ngapain sih si cakka mana jantung gue ga bisa diajak kompromi lagi" batin oik dan wajah cakka makin mendekat
"pacaran beneran mau gak ik?" tanyacakka, merah padam sudah wajah oik
"seriusan apa ini si cakka, wadoooww jawab apa gua?"
"ga lucu cakka" oik memberanikan diri untuk mengeluarkan suara dg jarak wajah sedekat itu sanggaaatt dekat
"aku serius sayangg, aku rasa aku jatuh cinta sama kamu,do you want to be my REAL girl oik?"
"......" tak ada jawaban dr oik
"ik maukan??"
to be continue :)
Keep Read
Tidak ada komentar:
Posting Komentar